Pembagian kata di dalam bahasa Arab yang dibagi kedalam tiga kategori besar. Yaitu isim (nomina), fi’il (verba) dan harf (partikel). 1) Isim (Kata Benda)
الاسم هو ما يدلّ على مسمى.
Isim adalah kata yang menunjukkan suatu makna (nama sesuatu). Contoh: الصِّدْقُ (kejujuran), النَّصْرُ (pertolongan/kemenangan), محمّدٌ (Muhammad), عثمانُ (Utsman).
2) Fi‘il (Kata Kerja)
الفعل هو ما يدلّ على حدوث شيء بشرط أن يكون الزمن جزء منه.
Fi‘il adalah kata yang menunjukkan terjadinya suatu perbuatan, dengan syarat mengandung unsur waktu.
الفعل الماضى هو ما دلّ على حدثٍ وقع قبل زمن التكلم.
“Fi‘il māḍī (kata kerja lampau) adalah kata yang menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi sebelum waktu berbicara.” Contohnya اِجْتَهَدَ (ia telah bersungguh-sungguh) → masa lampau.
الفعل المضارع هو ما يدلّ على وقوع حدث في الحال والإستقبال.
“Fi‘il muḍāri‘ (kata kerja sekarang/akan datang) adalah kata yang menunjukkan terjadinya suatu peristiwa pada waktu sekarang (sedang berlangsung) atau di masa yang akan datang.” Contohnya يَجْتَهِدُ (ia sedang/akan bersungguh-sungguh) → masa kini/akan datang.
الفعل الأمر هو طلب حدوث فعل في الزمن المستقبل.
“Fi‘il amr (kata kerja perintah) adalah permintaan untuk melakukan suatu perbuatan di masa yang akan datang.” Contohnya اِجْتَهِدْ (bersungguh-sungguhlah!) → perintah.
3) Huruf (Partikel)
الحرف هو كل شيء لا يظهر معناه إلا مع غيره.
Huruf adalah kata yang tidak tampak maknanya kecuali jika digabung dengan kata lain. Contohnya مِنْ (dari), إلى (ke), أَنْ (bahwa/untuk), لَنْ (tidak akan), لَمْ (tidak/ belum untuk masa lampau).
Pembagian Kata dalam Bahasa Arab
Apa itu Isim ?
B. Kata Benda Berdasarkan Kategori Gender (الاِسْمُ المُذَكَّرُ والمُؤَنَّثُ)
Dilihat dari sisi jenisnya, maka isim dibagi menjadi 2:
1. Isim Mudzakar (مذكر)
Isim mudzakar adalah kata benda yang menunjukkan arti laki-laki. Secara umum, isim ini digunakan untuk menyebut manusia atau makhluk berjenis kelamin laki-laki. Ciri utamanya adalah tidak memiliki tanda khusus seperti ta' marbuthah (ة) di akhir kata. Dalam banyak kasus, bentuk mudzakar juga menjadi bentuk dasar sebelum diubah ke bentuk muannats. Contohnya رَجُلٌ (rajulun) artinya laki-laki, طَالِبٌ (thālibun) artinya siswa laki-laki, مُعَلِّمٌ (mu‘allimun) artinya guru laki-laki, dan وَلَدٌ (waladun) artinya anak laki-laki.
2. Isim Muannats (مؤنث)
Isim muannats adalah kata benda yang menunjukkan arti perempuan. Isim ini digunakan untuk menyebut perempuan atau sesuatu yang dianggap bersifat perempuan dalam bahasa Arab. Ciri yang paling umum adalah adanya ta' marbuthah (ة) di akhir kata, baik sebagai bagian asli dari kata maupun sebagai tambahan dari bentuk mudzakar. Namun, ada juga beberapa kata muannats yang tidak berakhiran ta' marbuthah, sehingga perlu dihafalkan. Contohnya اِمْرَأَةٌ (imra’atun) artinya perempuan, طَالِبَةٌ (thālibatun) artinya siswi, مُعَلِّمَةٌ (mu‘allimatun) artinya guru perempuan, dan بِنْتٌ (bintun) artinya anak perempuan.
Selain kata yang mengandung huruf ta marbuthah, ada juga kata yang tidak mengandung ta marbuthah akan tetapi termasuk muannats, seperti nama anggota tubuh yang berpasangan seperti عين (mata), يد (tangan) dan أذن (telinga). Sebagian nama benda langit أرض bumi dan شمس matahari.
- Cara Pembentukan Muannats (مؤنث) dari Mudzakar (مذكر) pada Kata Sifat:
Pada kata sifat, bentuk muannats biasanya dibentuk dengan menambahkan ta' marbuthah (ة) di akhir kata mudzakar. Perubahan ini menunjukkan bahwa sifat tersebut ditujukan untuk perempuan. Contohnya, كَبِيرٌ → كَبِيرَةٌ (besar), جَمِيلٌ → جَمِيلَةٌ (tampan → cantik), صَغِيرٌ → صَغِيرَةٌ (kecil).